Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan bahwa sebanyak 25 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Kapal-kapal tersebut terdiri dari kapal tanker minyak, kapal kontainer, hingga kapal komersial lainnya yang memperoleh izin resmi serta pengamanan langsung dari Angkatan Laut IRGC.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, IRGC menyebut seluruh kapal melintas melalui koordinasi keamanan ketat di jalur strategis tersebut. Iran juga menegaskan bahwa pengawasan intelijen di Selat Hormuz tetap berjalan penuh meskipun kawasan tersebut mengalami ketegangan akibat agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari 2026.
Iran Perketat Pengawasan Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi akses utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia. Setelah konflik terbaru dengan AS dan Israel, Iran disebut memperketat kontrol terhadap kapal-kapal yang ingin melintas.
Laporan terbaru Reuters menyebutkan bahwa IRGC kini menjalankan sistem transit berlapis. Dalam sistem tersebut, kapal yang memiliki hubungan dengan negara sekutu Iran seperti China dan Rusia mendapatkan prioritas lebih mudah untuk melintas.
Sementara itu, kapal dari negara lain diwajibkan melalui proses pemeriksaan tambahan, termasuk kemungkinan pembayaran atau kesepakatan antar pemerintah.
Pemeriksaan Ketat terhadap Kapal Asing
IRGC disebut melakukan pemeriksaan dokumen afiliasi kapal untuk memastikan tidak ada hubungan dengan Amerika Serikat maupun Israel. Proses pemeriksaan tersebut meliputi:
- Nilai dan jenis kargo kapal
- Bendera kapal
- Asal dan tujuan pelayaran
- Identitas pemilik dan operator kapal
- Kewarganegaraan awak kapal
Selain pemeriksaan dokumen, IRGC juga dapat melakukan inspeksi fisik terhadap kapal sebelum diberikan izin melintas.
Pengawasan tersebut melibatkan sejumlah lembaga Iran seperti Organisasi Pelabuhan dan Maritim, Kementerian Perindustrian, organisasi pelayaran nasional, hingga Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Negara-Negara Harus Ajukan Izin ke Iran
Menurut laporan Reuters, beberapa negara kini harus melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah Iran untuk mendapatkan jalur pelayaran aman di Selat Hormuz.
Prosesnya dimulai dari pengajuan permohonan melalui kementerian luar negeri Iran. Selanjutnya permintaan tersebut diteruskan ke Dewan Keamanan Nasional Tertinggi sebelum disetujui dan dikoordinasikan dengan IRGC.
India menjadi salah satu negara yang aktif menjalin komunikasi dengan Iran. Hal ini karena sebagian besar kebutuhan minyak dan gas India melewati Selat Hormuz. Pemerintah India disebut menggunakan kedutaannya di Teheran untuk berkoordinasi dengan otoritas Iran dan IRGC demi memastikan kapal-kapal mereka dapat melintas dengan aman. okeslot
Selat Hormuz Jadi Titik Strategis Dunia
Pengamat menilai langkah Iran menunjukkan semakin kuatnya pengaruh negara tersebut terhadap jalur perdagangan energi dunia. Selat Hormuz sendiri menjadi jalur vital bagi distribusi minyak global sehingga setiap ketegangan di kawasan tersebut dapat mempengaruhi harga energi internasional.
Mantan perwira intelijen Israel, Danny Citrinowicz, menyebut kesediaan pemilik kapal untuk berhubungan langsung dengan Iran menunjukkan bahwa Republik Islam kini memiliki kontrol besar terhadap jalur pelayaran tersebut.